|
08 Februari 2011
Posted in
News -
Hot News
Virus Mencontek
dan Penyakit yang Ditimbulkannya
Dalam berbagai aktivitas hampir-hampir tak ada yang tidak dihampiri virus atau penyakit pengganggu. Demikian pula bagi dunia anak-anak sekolah. Berbagai kebiasaan negatif juga menjadi virus atau bahkan penyakit yang membuatnya tak berdaya lagi. Salah satu virus yaang sangat berbahaya bagi pelajar adalah virus mencontek.
Mengapa mencontek kita sebut "virus"? Mencontek adalah mengembara ke mana-mana mulai pada siswa sekolah dasar sampai dengan mahasiswa di perguruan tinggi. Hanya anak-anak tertentu saja yang sulit dimasuki virus ini, bahkan hanya guru tertentu yang begitu waspada akibat virus ini dan penyakit yang ditimbulkannya
Virus mencontek ini merupakan suatu hal yang menyebabkan berbagai aktivitas pelajar yang semes tinya dilakukan menjadi ditinggalkan bahkan mereka tak berdaya lagi untuk melakukannya. Jika sudah seperti itu berarti ia telah menyebabkan penyakit berbahaya untuk masa depan dirinya dan bangsanya.
Berkembangnya Virus Mencontek
Guru yang setiap harinya berhadapan dengan siswa, tak asing dengan virus ini. Karena seringnya, banyak pula yang menganggap mencontek ini virus biasa seperti umumnya virus flu/pilek yang menyerang kebanyakan anak atau bahkan orang tua pada musim-musim tertentu. Setiap guru yang profesional harus mewaspadai virus ini. Sebenarnya mencontek timbul disebabkan oleh dua hal pokok, sedangkan penyebab lainnya berpangkal dari dua hal tersebut.
Pertama, Niat dari sisi siswa untuk melakukannya. misalnya mereka ingin mendapat nilai baik, tetapi tidak siap menghadapi ulangan, tidak percaya diri. Mereka tidak ingin gagal tetapi ingin cara yang praktis dan mudah namun salah. Kedua, Sempat melakukan karena memang ada waktu karena guru kurang peduli. Misalnya guru kurang peduli terhadap kebiasaan menyontek anak, guru membuat soal terlalu sulit dalam ukuran normal.
Jika virus mencontek ini ada kesempatan dan memang si siswa ada niat, maka akan cepat berkembang biak. Bahkan siswa yang tadinya enggan juga akan kemasukan virus ini. Oleh karena itu guru jangan memberi kesempatan virus ini berkembang sedekit pun.
Perasaan Siswa Terinfeksi Mencontek
Seorang siswa kadang bingung. Apakah diam jika ditanya teman ataukah memberikan contekan kepada nya. Keduanya bak makan buah simalakama.
Jika memberikan contekan, maka bisa dianggap setia kawan karena bersifat membantu mereka yang tidak bisa. Tetapi sebenamya bantuan itu sendiri berupa racun yang bisa membunuh semangat belajar teman mereka. Apalagi jika guru menangkap basah perilakunya yang tidak baik itu maka is sendiri akan mendapat sanksinya atau setidaknya kena getahnya.
Bila seorang siswa tega sesaat atau membiarkan perasaan kasihan kepada teman, maka saat itu bisa dianggap anak yang kurang bisa bersosialisasi, tidak mau beradaptasi, tidak suka menolong, siswa yang bakhil. Namun sebenarnya hal itu lebih bagus, karena menolak memberi contekan bisa berarti menolong mereka dan masa depannya.
Setiap siswa jika mau berpikir jernih, maka tidak ada pilihan terbaik bagi temannya yang minta contekan kecuali menolaknya. Karena menolak adalah membangkitkan semangat belajar dan membantu masa depannya sedangkan memberi contekan berarti meracuni semangat belajarnya dan membunuh masa depannya.
Serangan Virus Mencontek
Mencontek bisa menimbulkan penyakit kronis baik bagi si penderita, orang lain, maupun bagi bangsa dan negara. Virus ini sebenarnya melebihi keganasan virus HIV yang hanya menyebabkan akibat fatal baik diri yang terserang saja.
Pertama, serangan terhadap diri siswa. Mereka akan menjadi anak yang malas dan enggan belajar, tidak percaya diri, suka bergantung pada orang lain. Pada akhirnya bisa-bisa menjadi anak yang angkuh tanpa banyak berusaha mendapat hasil yang baik, sehingga dikhawatirkan tidak memiliki masa depan yang cerah karena tidak biasa menghadapi hidup penuh perjuangan.
Kedua, serangan terhadap sekolah. Mereka suka mengganggu sesama teman baik ketika pelajaran, apalagi ketika ulangan dan ujian. Mereka akan suka menyepelekan guru dan kurang percaya terhadap nasihatnya. Mereka akan mudah melanggar tata tertib sekolah karena mencari nilai dianggap mudah saja.
Ketiga, serangan terhadap orang tua. Orang tua juga kurang dihormati lagi, nasihatnya juga kurang dipercaya lagi. Di rumah juga suka bermalasan, enggan belajar. Mereka akan jadi anak yang sukar diatur. Waktu-waktunya untuk keluyuran dan begadang. Anak-anak yang sudah terserang virus mencontek ini relatif sulit pula mau meluangkan waktu untuk membantu orang tua.
Keempat, serangan terhadap masyarakat. Tidak jarang pelajar yang suka membuat gaduh di jalanan dengan suara kendaraan yang tak wajar dan pelajar yang suka tawuran adalah mereka yang memang malas belajar karena terinveksi virus mencontek. Bahkan mereka itu tak jarang menghabiskan waktunya untuk nongkrong dan begadang sampai malam di tepi jalan.
Kelima, serangan terhadap bangsa dan negara. Jika sebagian besar generasi muda dari para pelajar sudah tidak ada semangat belajar karena virus mencontek, apa yang terjadi dengan masa depan bangsa negara? Mungkinkah kurang waspadanya guru terhadap virus mencontek ini menyebabkan mutu pendidikan kita jauh tertinggal dari negara lain? Yang jelas bukan hanya itu penyebabnya, masih ada faktor yang lainnya.
Langkah Praktis Membasmi Virus
Melihat ganasnya virus mencontek maka semua guru perlu segera mencari obat-obat alternatif clan segera pula mensosialisasikan penerapannya agar pihak-pihak yang terserang tidak terus menerus kelabakan.
Langkah pertama , perlu kerja sama semua pihak sekolah untuk membuat sebuah peraturan yang jelas dan tegas tentang pelanggaran mencontek ini. Mulai dari tahap peringatan, sampai sangsi-sangsi berikutnya.
Langkah kedua , sosialisasi program sekolah tentang pelanggaran mencontek di kalangan siswa kepada siswa dan orang tua agar mereka memahami dan tidak ada gugatan jika mendapatkan sanksi.
Langkah ketiga , para guru memberitahukan kepada siswa jika akan mengadakan ulangan dan mengawasi dengan sungguh-sungguh ketika mengadakan ulangan atau ujian.
Langkah keempat , pihak sekolah, guru dan kepala sekolah hams tegas menghadapi virus mencontek. Jangan memberi kesempatan untuk menyebar kepada pelajar lain. Bahkan pelajar yang sudah terinfeksi harus segera diobati. Jika diobati tidak sembuh perlu diamputasi dari sekolah, alias dikeluarkan sebagai tindakan yang paling akhir untuk menyelamatkan masa depan mereka.
Perlu diacungi jempol sebuah sekolah yang telah berani mengembalikan siswa kepada orang tuanya alias dikeluarkan karena si siswa tersebut menyontek pada saat ulangan. Kapan sekolah kita akan menyusul?
Itu semua bukan karena perasaan jengkel, tetapi terapi bagi para pasien yang telah lama terinfeksi virus mencontek. Itu semua bertujuan untuk mengembalikan citra pendidik kita yang telah jatuh.
Di sisi lain, ketika ujian nasional sang guru juga jangan main-main untuk memberi bantuan jawaban kepada siswa. Ada yang dengan HP ada pula yang dengan kertas. Ah, rahasia yang diketahui banyak pihak. Apa artinya kita buat aturan kita sendiri yang melanggarnya.
Sungguh luar biasa dan berani suatu daerah yang berani membuat komitmen atau kesepakatan bersama untuk berbuat jujur ketika ujian nasional. Siswa tidak saling membantu memberi jawaban, demikian pula para gurunya begitu siap melepas putra-putrinya untuk berjuang menghadapi kebodohan menyongsong masa depannya yang cerah. ( Suprapto, S.Pd., Majalah Mimbar )
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


