|
01 Juni 2010
Posted in
News -
Science
Ahli geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Danny Hilman, memprediksi jika gempa besar terjadi di Mentawai Sipora maka permukaan pantai akan terangkat sampai dua meter.
Sementara permukaan pantai Kota Padang akan turun 1,5 meter. Danny yakin gempa berkekuatan 8,9 SR itu akan terjadi meski tak bisa dipastikan kapan, namun potensinya makin nyata.
”Mentawai berpotensi gempa dengan kekuatan 8,9 SR,” demikian pernyataan Danny saat presentasi di depan Pemda dan masyarakat di aula Bappeda beberapa waktu lalu. Menurut Danny, bidang yang belum mengeluarkan energi di bawah pulau Siberut dan sebagaian Sipora memiliki luas 100 kilometer x 400 meter.
Jika gempa besar itu terjadi, kata dia, Sipora akan terangkat sekitar 2 meter sedangkan Padang akan turun 1,5 meter. ”Pemetaan dampak gempa dan tsunami di kota Padang juga telah mereka buat dan disampaikan dalam presentasi,” katanya.
LIPI dalam sebulan ini akan melakukan penelitian di Mentawai terkait potensi gempa dan tsunami. Dari pantauan GPS yang mereka buat di beberapa tempat di Mentawai, terlihat bahwa Sipora bergerak turun antara 5-10 milimeter per tahun.
Akan tetapi, jika gempa terjadi maka Sipora akan terangkat dua meter. ”Saat gempa tahun 2007 yang lalu Tuapejat telah naik 23 sentimeter sedangkan Bulasat telah naik sekitar 80 sentimeter. Sementara Mentawai bergerak ke arah barat antara 5-7 sentimeter,” ungkapnya.
Tidak ada yang bisa menentukan kapan gempa akan terjadi, namun berdasarkan penelitian yang mereka lakukan sejak tahun 1999 pengulangan itu akan terjadi karena masanya telah sampai.
Danny dalam presentasinya mengatakan bahwa telah terjadi beberapa kali gempa besar di Mentawai yakni pada tahun 1300, 1350, 1380, 1606, 1685,1797,1833 dan 2007. Namun potensi gempa pada bidang dibawah Siberut dan barat Sipora sama sekali belum mengeluarkan energinya.
Mengacu pada hasil penelitian yang mereka lakukan selama ini, potensi tsunami di pantai Barat Sipora diprediksi mencapai ketinggian gelombang 15 meter, sedangkan di pantai timur Sipora hanya mencapai satu meter. Hal ini, kata Danny, dikarenakan energi gelombang tsunami telah berkurang setelah membentur bagian barat Pulau Sipora. Namun menurutnya mereka masih melakukan penelitian di mana titik yang rawan tsunami setinggi 15 meter itu.
”Untuk Kota Padang, tsunaminya paling tinggi satu meter, namun akan merendam daratan hingga tiga kilometer dari pantai karena Padang rendah. Untuk itu perlu diantisipasi bagaimana menyelamatkan sekitar 60 ribu lebih warga Kota Padang,” pungkasnya.
Artikel diambil dari : http://intra.lipi.go.id/
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


